School Of Faith

14 Juni 2013

Bbbbrrrrrrr.. dinginnnnnn.. Tumben banget keadaan cuaca di Jakarta 2 hari ini adem menjelang hujan. Hehehe.. Setelah kemaren gua menjalankan misi ke 3 bank didaerah kelapa gading dan diterpa oleh hujan angin, langsung meler lah hidung gua. Memang usia tidak pernah bohong.. Wkwkwkw.. 

Beberapa minggu terakhir, gua sempet leha-leha soal merit-an gua. Karena berfikir progressnya udah cukup lumayan dan maunya santai sebentar sampe paling kaga bulan agustus deh baru mulai pikirin lagi.. Tapi pada kenyataannya tidak seindah itu. :p 

Setelah menggurus ganti-ganti tanggal untuk merit yang sudah mundur 3 kali, kami berdua sudah mutusin untuk di Tanggal XX bulan XX tahun 2014 (Halah). Namun kok tiba-tiba gua harus dibingungkan dengan pernyataan kalo Camer gua gak tau apa-apa.. ZZZZZ. Dan tiba-tiba doi kayanya kurang setuju kalo kita merit dihari dan tanggal itu. Dari yang katanya itu hari sabtu yang dimana kelapa gading itu selalu macet dan itu tanggal kurang bagus. Padahal selama pameran doi tau gua concern banget untuk merit di hari sabtu, karena besoknya masih hari libur (minggu) at least, untuk tamu-tamu yang jauh or anak-anak sekolah gak perlu buru2 pulang karena masih ada 1 hari lagi untuk istirahat. Dan yang memilih di daerah kelapa gading, padahal Camer gua sendiri. Kita berdua udah tau, Di kelapa gading hari apapun di jam berapapun selalu macet *sigh*. Makanya diawal kita maunya di Chunagon. paling tidak, bisa ditempuh dari berbagai arah dan biasanya Mangdu macet karena rata-rata orang mau ke ITC -inipun disiang hari-. Nah, kalo malem seharusnya sih yah udah gak begitu macet karena ITC juga udah tutup. 

Another problem juga bukan masalah tanggal, tapi masalah dimana kami akan melakukan pemberkatan. 🙂 Sebenernya kita berdua udah summit tanggal untuk pemberkatan di GBI, semuanya berjalan smooth tinggal ikut KOM 100 dan BPN. Namun karena tanggalnya “mau” diganti, yah gak tau lagi deh gimana jadinya. 😦 Sebenernya dari gua pribadi, kalo pindah ke hari minggu, yah udalah gua ngalah aja. cuma banyak hal yang harus diubah lagi, diurus lagi. Sedangkan kalo di GBI untuk hari minggu cuma menerima 1 pasang pengantin dan jam-nya pun hanya jam 2 siang. Belum lagi harus confirmasi ulang ke pihak Bridal, Gedung, GBI, Souvenir, Catering dan kue. *huff* dan masalahnya ini udah ke 3 kalinya kita confirm ditanggal yang berbeda-beda. Untungnya mreka semua masih sabar dengan “gonta-ganti”nya tanggal kita. Disatu sisi bokapnya nawarin untuk pemberkatan di Hotel aja dengan pendeta dari Gerejanya, disatu sisi buang duit lagi kan harus nyewa ruangan di hotel which is pasti lebih dari 5 jutaan. Belum lagi harus ngurus orang-orang yang terlibat didalamnya seperti MC, Singer, Dll-nya. Sedangkan di GBI (melihat pengalaman temen gua) Mereka cuma tinggal bawa diri, semuanya dipersiapkan dari GBI, Bahkan sampai ruangan pemberkatannya di dekorasi sama pihak kegereja. Dan masih banyak hal lagi yang berkaitan dengan masalah di atas. 

1 lagi yang menambah kebingungan adalah Ortunya sudah mulai menanyakan kita mau tinggal dimana dan bagaimana perabotan2nya. Well, Gua senang dengan kepedulian mereka untuk anaknya merit dan kebutuhan hidup setelahnya. Berbeda jauh dengan keluarga gua yang “adem ayem” bahkan jarang nanyain “sampe dimana persiapan kamu?”, sometimes gua melihat apakah bokap nyokap gua peduli dengan kawinan gua, karena berbeda banget waktu adek gua (cowok) kawin, Uih.. udah kaya raja deh. semuanya dipersiapkan secara matang. 😀 Yah mungkin disatu sisi nyokap bokap dari pihak keluarga cowok yah.. Gua berfikir positive aja deh, kalo Bonyok Jp mau yang terbaik untuk kawinan anaknya. 

Banyak hal kebingungan kita sebagai anak, sebagai calon pengantin untuk bertindak. Disatu sisi ortu mengkehendaki kita untuk memilih semuanya secara bebas. Namun ketika kita memilih, Ini gak suka, ini gak setuju, bahkan yang terdengar “kalian kok gak diskusi dengan kami?” Wat.. great banget. >.< Padahal setiap tindak tanduk kita, kita selalu laporan. *sigh* Orang tua selalu benar. Kita cuma bisa diem aja. Yang paling gua kasian adalah JP. Gimana enggak, yang ditegur, yang dikomplain kan otomatis dia sebagai anak. Hehehe.. Gua sih cuma nerima yang “agak” manis-manisnya.. walaupun ketika ketemu dan membuka wacana terlihat banget kalau mereka gak setuju dengan pilihan kita. Hehehehe.. 

Yah eniwei, Gua jadi teringat satu teman baik yang gua anggep cici, persiapan pernikahan itu seperti Sekolah Iman. Kita harus tetap dalam “jalur” walau suka maupun gak suka. Namanya sekolah, suka gak suka dalam pelajarannya, ujiannya, pr atau ps-nya kita harus tetap menjalani sebagai pelajar untuk sebagai salah satu syarat kelulusan. Tentunya harus dikerjakan toh. Walaupun sebagai syarat lulus, tapi harus dijalankan dengan sepenuh hati dan belajar supaya nilainya baik dan bagus. Bukan sekedar cuma hadir pertemuan aja baru bisa lulus. Iman adalah suatu tindakan percaya pada sesuatu yang belum kelihatan. Ber-iman, Have Faith. Gua tau pastinya gak mudah melewatinya apalagi kita bukan sekedar menghadapi temen tapi ini Orang Tua. Kami berdua saling mengingatkan diri untuk terus berjuang dan semangat. Dan gua juga percaya setiap apa yang kita laluin tidak pernah melebihi kekuatan kita. Kita harus tetap percaya, akhirnya akan indah. *Motivasi diri juga*

Gua sendiri melihat penyertaan Tuhan didalam persiapan ini, Kalau baca blog-blog sebelumnya dimulai dari O (nol) gak tau apa-apa harus mulai dari mana tapi ternyata dalam hitungan kurang dari 2 bulan malah sudah sampe memilih souvenir, I know it’s because God Grace. Karena Imanlah gua percaya, sedikit demi sedikit pasti akan beres dan akan terlihat hasilnya.. 🙂 

For someone out there yang lagi mempersiapkan pernikahan juga, teruslah bersemangat, masalah pasti ada aja. Gak semua hal bisa goin’ smooth seperti yang kita bayangkan. Tapi sekali lagi, Sekolah Iman inilah yang akan membuat kita “keep in the track and will see beautiful at the end”.
Advertisements

Thank you for your comments :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s