Tidak ada alasan untuk tidak mengucap syukur :)

Balik lagi dengan Epi disini.. 😀 dengan beberapa cerita hidup yang mudah-mudahan bisa menguatkan, memberkati dan menginspirasi temen-temen.
Yippie.. Setelah absen dari peredaran pada bulan Desember 2010, karena banyaknya kegiatan pribadi ditambah Natal dan Tahun baru akhirnya, Sabtu, 8 Januari 2011, adalah tahun pertama kita ngamen kembali mencari dana untuk Panti Asuhan Samuel di Tangerang yang akan dilaksanakan tanggal 27 Februari 2011.
Kali ini kita pindah ke lokasi di seputar kelapa gading. Mulai dari bunderan kelapa gading sampai AJ Bakery selanjutnya ke ruko diseberang jalan dan kembali lagi ke bunderan kelapa gading. Tentunya dengan personil Efi Diana, Kristian, Sherly, Clarissa, Davin, Eri, Jeffrey, Dika dan Gw *Minus Ivan, Lucy, Lingga, Imelda*
Sebelum mulai untuk ngamen seperti biasa kita berdoa sesuai dengan agama masing-masing. Setelah itu kita baru memulai perjalanan menuju ruko pertama yaitu Es pemuda pisang ijo. Respon positif-pun diberikan, kita diijinkan untuk mengamen dan langsung dapet request untuk nyanyi 2 lagu *permintaan ibu-ibu*. Banyak hal yang terjadi selama ngamen berlangsung. Mulai dari banyaknya tempat makanan yang tidak memberikan ijin untuk mengamen, termasuk di Wisma Gading Permai padahal banyak banget yang makan disana. Kemudian adanya pengamen tetap/standby di beberapa tempat makan yang tidak mungkin kita usir secara halus apalagi ngusir paksa *bisa-bisa kita dimutilasi*. Ada yang bilang suara kita fals *Emang sih.. kekekekeke*, bertemu dengan team dari Trisakti yang juga mencari dana untuk project kampus. Sampe kehujanan dan becek-becekan. Beberapa dari team ada juga yang mulai mengeluh dan cape. Memang karena jarak-nya 3 kali lipat dari yang biasa kita ngamen. Namun lagi-lagi mengucap syukur untuk segala keadaan.
Yup! Mengucap syukur dalam segala keadaan.. gua pun belajar untuk mengucap syukur, tentu dengan mengucap syukur berarti kita mengijinkan perkataan positif keluar dari mulut kita. Right? Banyak hal yang terjadi, tetapi gak menyurutkan niat dan semangat kita kendor untuk mencari dana. Banyak hal yang bisa kita ucapkan “Give Thanks” untuk semuanya.. Mulai dari pagi hari sabtu.. hari itu hujan, tapi Thanks God ketika kita mulai ngamen, hujan berhenti. Thanks God, kita bisa mencari dana pada hari yang sudah ditentukan. Thanks God beberapa tempat makan bisa memberikan ijin dan respon dari orang-orang yang makan sangat baik, bahkan mereka mau 2 lagu. :D. Thanks God kita bisa makan bakpao saat kita cape dan kita bertemu dengan 2 orang yang kurang mampu di BCA dan kita juga turut membelikan bakpao dan sedikit uang. *Sambil makan, kita juga bisa membagikan berkat*, Thanks God ketika kita sudah selesai ngamen, hujan baru turun kembali. Thanks God kita bisa ngerayain ultah dari salah satu personil kita dan berbagi kebahagiaan dengan duduk ngedeprak di lantai Lapiazza sambil nyanyi dan foto-foto. Thanks God kita bisa makan jam 11 malam di Hanoi House. Thanks god, uang yang terkumpul sebesar Rp. 516.500,-. Thank God, kita tetap diberikan kesehatan dan kekuatan untuk bangun esok hari di hari minggu.
Mungkin itu hanya sebagian kecil yang bisa gua tuliskan disini. Count His blessing, name it one by one *Menghitung berkatNya dan Menamainya/menuliskannya satu per satu* dari situ kita baru bisa melihat dan merasakan, Berkat dan KasihNya nyata.
1 berkat lagi yang gua bisa share adalah ketika gua dan Efi Diana hari minggu malem mau menyetorkan uang tersebut ke Bendaraha team kami. Ketika kita berdua sudah sampai ketujuan, Efi langsung membuka tas dan mengambil dompet, namun dompetnya tidak ada. Sambil mengingat2 karena terakhir kali sebelum ke tujuan, kita mampir untuk isi bensin, Dompet masih ada dan efi ingat dompetnya sudah dimasukan ke dalam tas. Dengan panik dan mau nangis *Hehehehe* Efi langsung menyalakan motor dan bersama gua langsung balik menyusuri jalan, karena kemungkinan terbesar adalah jatuh dari dalam tas-nya *krn ga ada resleting* Give Thanks.. kurang lebih 20 meter, kami melihat dompet tergeletak tak bernyawa *Hehehe.. iya lah~* dengan motif kotak-kotak! Efi langsung berteriak dan gua turun untuk mengambil dompet tersebut. 1-pun tidak ada yang hilang. Terbuka-pun tidak dompetnya. Dengan tidak memikirkan lagi bagaimana itu dompet melompat keluar atau kabur dari tas, kami-pun mengucap syukur. Kami percaya bukan karena kebetulan dompet tersebut tetap ada disana. Jarak 20 meter bukan jarak yang pendek. Apalagi daerah situ banyak mobil, motor yang lalu lalang. Namun.. pada kenyataannya.. dompet tersebut tetap ada disana. Efi-pun tidak jadi nangis. Kami berdua-pun tertawa. Dan gua masih terlebih percaya.. ketika kita melakukan segala hal dengan teguh dan giat dalam pekerjaan Tuhan, jerih payah kita tidak akan sia-sia. Uang-uang yang akan disumbangkan masih menjadi milik Panti Asuhan Samuel. Aminnnnnnnnn~
Last but no least.. don’t forget to count His blessing in your life, one by one.. There are no reason to give thanks. What ever the situation in good mood, in bad mood, every sunny and rainy day.. Give thanks. ^^v
“Mengucap syukulah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” ~ 1 Tesalonika 5 : 18
Advertisements

Thank you for your comments :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s