Sudahkan anda memberkati orang lain?

05 Februari 2011..
Just Enjoying my life now.. Sitting down @ J.co MOI ditemani 1 Medium drink of Cappucino Tiramisu and Donut Glazier for free, yang rasanya membuat manis seluruh hati dan pikiran. Gua duduk disalah satu Sofa yang paling empuk, Sofa yang harusnya bisa duduk ber 4, tapi gua menghabiskan buat 1 buat diri gua sendiri beserta 1 sofa buat tas gua yang super duper besar. Wadoh.. maruknya gua ini. 🙂 well, i will share this sofa, Kalo ada orang yang mau duduk berbarengan dengan saya. 🙂 Tapi rasanya untuk dijakarta.. Jarang banget yang mau share tempat duduk dengan yang lain. But never mind.. Even ada pun.. gua ga masalah untuk share.. Mata saya, jari2 saya akan tetep fokus dihadapan Asus. :p
Great Place for waiting.. 🙂 saya pun gak tau menunggu siapa disini. Hahaha.. cuma saya sudah mempersiapkan diri membawa *half my soul* Aka. Laptop tercinta dan memanjakan diri dengan duduk santai sendirian. Tadinya mau mesen J.cool favorite with longan as my topping. But Cappucinno lebih menggoda. Inspired by green hornet. Even dont like coffee at all.. setidaknya ramuan cappucino with sugar and whip cream membuat gua tetep betah disini. Most of all karena WIFI-nya..
Panjang x Lebar x Tinggi.. Intro gua panjang banget. 😛 But for sure.. I love this place. Duduk di lantai 2, sebelah kanan sofa, sebelah kiri kaca nembus bisa melihat pemandangan di bawah gua.. Orang-orang lalu lalang memesan J.cool, Doughnut, bahkan gua bisa melihat anak kecil naik turun tangga. 🙂
Yup.. Sekian dan terima kasih.. *Plak.. Plok… Tendang kiri.. tendang kanan -Sapi digebukin yang baca-*
Well.. Mari kita lanjutkan membaca.. 🙂
Sebelum ke MOI, -Janjian sama temen- seperti biasa, saya naik Taksi. Gak ada yang aneh dengan kepergian gua dari Sunter ke MOI. Setelah jalan beberapa meter, gua menemukan taksi yang mangkal. Setelah naik, dan menjelaskan kemana rute gua, supir taksi langsung nanya.. “Barongsai-nya udah selesai yah dek?”. Gua bingung. Hah? *Dalam hati* tapi sesaat untung otak gua yang sudah diperlengkapi dengan windows 7, langsung “Ngeh”. Oh, kayanya sih udahan pak”. Karena memang hari itu, sudah diberitahu kepada seluruh warga kalo ada barongsai di sekolahan Tunas Karya. Singkat cerita, perjalanan gua dari Sunter ke MOI diisi dengan obrolan politik. Mulai dari Terima kasih untuk Alm. Bapak Gus Dur yang memberikan kesempatan kepada orang China untuk terus eksis dengan menginjinkan adanya barongsai. dilanjutkan dengan topic : Bagaimana kalao Ibu Mega yang mimpin Bangsa Indonesia.. Sampai ke Bapak SBY yang sekarang kerjaannya cuma minta naik gaji.
Well.. gua sih gak cukup tau yang tentang gitu2an.. I mean.. soal politik. Jadi gua cuma bisa sedikit menimpali apa yang gua tau. dan hanya menjawab.. Iya Pak.. Iya Pak.. 🙂 Tak terasa perjalanan sudah hampir di Bawah Jembatan layang (By Pass), Doi masih terus mengungkapkan keluh kesah dia menjadi “orang kecil” dengan bilang.. “kaya kami-kami ini, orang yang pakai sendal jepit, kami mana bisa pergi ke luar negri.. sedangkan presiden.. seenak-nya bolak balik ke luar negri, trus kalo jalan di kawal, mana pernah mereka merasakan macet” Gua ingin menimpali.. “Bapak, saya punya sendal.. sendal jepit semua loh.. Kekekekekeke…” tapi lagi-lagi untungnya windows 7 gua langsung loading… “jangan ngomong itu sapi”. Then I decided to lock my mouth and throw away the key. 😛
At the end of journey,, gua melihat argo taksi.. Rp. 7.000 *sekian-sekian. hmm… gua keluarkan uang Rp. 11.000,-. Kelemahan gua adalah.. gua akan baik, kalo orang baik sama gua. Tuh bapak baik. saya tau dari aura-nya. 🙂 Jadi.. well.. 11.000 tidak apalah.. 🙂
20 meter sebelum turun, doi bilang.. “terima kasih yah dek, sudah memberkati saya. dengan adik naik taksi saya, adik sudah memberikan saya penghasilan.” Wow.. gua terkejut.. ASLI. Pasang muka bego sebentar. Did I? cuma 11.000 tapi gua sudah memberkati dia? Enggak lama-lama pasang muka bego, gua langsung bilang.. “Sama-sama pak, terima kasih udah anterin saya.” La.. La.. La.. La.. La.. La.. sungguh hati gua jadi senang.
Hmmm… Kira-kira berapa banyak yang kita sudah lakukan untuk memberkati orang lain? well, gua pun gak tau, apakah hidup gua sudah/belum memberikan banyak berkat untuk orang lain, ataukah malah sebagian orang berfikir “koq ada sapi macam elo yah pi? gua berharap elo gak ada di dunia”! Uih, IRONIS. *Langsung pulang kampung deh gua.* Most people, berfikir.. memberkati orang lain hanya bisa dilakukan dengan uang.. Then, Bagaimana dengan saya yang tidak punya uang? apakah saya tidak bisa memberkati orang lain? Jawabannya bisa. 🙂 Buat gua saat ini.. I dont have nothin. rumah masih numpang, pulang pergi kerja masih dianterin. baju-baju gua hampir kebanyakan dikasih sama ii gua. dan gua gak punya duit 5 juta untuk dibagi-bagikan kepada orang yang membutuhkan. Trus apa yang bisa kita lakukan? Saran gua : SMILE! It’s free, dont need cost. ketika kita tersenyum, orang lain ikut tersenyum loh! Gua sih gak pernah liat.. orang yang dikasih senyuman, malah marah2. Kekeke.. kecuali dia gila. LOL~
Gua percaya melalui senyuman memberkati orang lain. Bukannya sotoy. ketika kita senyum, dan orang lain tersenyum kembali sama kita, it’s means a lot. Hati kita jadi riang. dan orang yang kita liat pasti juga senang. I talk about someone.somebody yang kita gak kenal yah.. Jujur aja.. ada 1 orang di jalan yang ngenalin gua..yah, Ibu2 sapu jalanan.. tiap minggu, kalo gua berjalan kaki ke rumah Nana, gua pasti ketemu dia.. Mulai dari sekedar senyuman awal.. sampai kalo ketemu dia.. gua suka ngomong “Selamat pagi bu” dan ibu-nya pasti nanya “mau ke gereja yah dek?” simple conversation but nice. It’s makes me happy.
Atau ketika Jadwal gua lari pagi di Ancol, setiap tukang sapu jalanan, pasti gua akan bilang.. “Pagi bu/Pak”. Sontak mereka pasti akan tersenyum dan bilang “Pagi”. Jarak lari ratusan meter, gak berasa lagi. *cieeeeee* It’s not stupid thing. Tapi malah gua berfikir.. dari sekian banyak orang yang lari melewati mereka.. apakah ada yah yg ngucapin “morning” atau mereka terus berlari tanpa memperhatikan Tukang sapu tersebut? apakah kita tau.. bahwa mereka sudah terlebih dahulu memberkati kita, dengan membuat lingkungan bersih dari sampah dedaunan? yah, butuh proses. gua-pun gak langsung sadar koq. setelah lari puluhan kali di Ancol.. rasanya2nya baru 5 kali belakangan gua melakukan hal yang kaya gini. 🙂
Yup.. at the end.. just wanna asking the question.. “sudahkah kamu memberkati orang lain?” Just the simple things that we can do.. SMILE. I believe.. Your smile bring blessing to Others. Just try it. Don’t need cost. How to do the SMILE : Just Turned up the corners of mouth and the front teeth exposed.
Xoxo,
Sapi ^^v
Advertisements

Thank you for your comments :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s