Story of my life..

Dicintai dan mencintai.. adalah salah satu paket dalam menjalin hubungan pertemanan yang lebih special. Ga ada satupun yang bisa milih “gua bagian dicintai aja.. lu bagian mencintai aja..” Yang ada malahan semuanya pada berebutan mau dicintai aja.. 😀

Ketika kita sudah menjalin hubungan pertemanan yang lebih special.. Menjalin hubungan dan Nantinya memutuskan untuk sendiri2 (Red. Putus) itu juga satu paket. Kita ga pernah tau.. bahkan ketika kita memulai untuk menjalin suatu hubungan, kata “Putus” itu juga turut hadir. I mean.. kalo kita ga menjalin hubungan.. ga pernah ada yang bilang.. “ayo kita putus dari pertemanan kita, karena gua udah bosen 15 tahun temenan sama elu” hehehehe.. 

Memang, ketika kita menjalin hubungan.. kita sama sekali tidak pernah terpikir untuk putus. So Do I. Karena segala sesuatunya sangat indah.. ada orang yang peduli dengan kita, setiap hari sms ato telepon walau hanya mengucapkan selamat pagi.. ato dia memberi kabar kalau dia pulang kerja. seminggu 2 – 3 x membuatkan makanan untuk kita.. belanja pagi2, masak, sampe keringatan.. cuma untuk kita. cuma untuk membuat kita senang. membelikan sesuatu hal yang simple.. tapi mengena. Dia selalu mengajak kita makan ditempat2 yang baru.. even murah meriah.. but fun. Mmengingat ultah kita dan mengucapkan sebelum jam 12 malam. Bahkan menyanyikan lagu pake gitar. 
Tapi.. ketika masalah datang.. ketika segala sesuatu kesalahan2 kecil menjadi kendala saat menjalin hubungan.. si “Putus” pun mencoba menghampiri. mencoba menghapus semua logika dan segala kenangan indah yang udah pernah dibuat. Kita ga pernah tau kapan.. dan dimana kata “putus” itu bisa muncul. Tau2nya.. dia sudah membuat salah satu pasangan menjadi terluka. membuat yang satunya lagi menangis sampai berhari-hari. 
Kita ga pernah sadar.. bahwa titik emosi apapun bisa membuat kita mengucapkan hal itu dan membuat penyesalan. Penyesalan selalu datang terlambat.. bukan selalu.. tapi emang dia PASTI terlambat. Jangan membuat keputusan yang salah diwaktu yang benar. ato membuat keputusan yang benar diwaktu yang salah. tapi buatlah keputusan di waktu yang benar dengan keputusan yang benar. Karena terkadang.. Emosi mengalahkan akal sehat. Ironisnya.. aku membuat keputusan yang salah diwaktu yang salah.. 😦
Tapi aku percaya.. ketika kita mengalami hal ini.. ini udah “paket alami” yang akan mungkin kita akan kita rasakan. semua orang pernah ngerasain rasa yang aku rasain sekarang. sedih.. tertekan.. mau mengulang kembali.. dan memperbaiki semua kesalahan. Rasanya.. kalau masih ada kesempatan.. bener2 mau dipakai dengan sebaik2nya.. tapi.. andai kesempatan itu ada..

“Smua baik.. Smua baik.. apa yang tlah Kau perbuat.. di dalam hidupku..
Smua baik.. sungguh teramat baik.. Kau jadikan hidupku hidup berarti”

Ketika berat to face it.. cuma Tuhan aja yang bisa memampukan kita melewatinya.. percayakan aja.. apa yang terjadi, itu yang terbaik dalam hidup kita.. karena memang Tuhan mau yang terbaik buat hidup kita. walau sulit, untuk memahami apa maksud Tuhan didalam hidup kita, seperti lagu diatas.. “Smua baik”, Dia jadikan hidup kita “Berarti”.
Advertisements

Thank you for your comments :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s