Life is never predictable

1 Februari 2012..

Harusnya di bulan penuh cinta kaya gini gua seharusnya menulis 1 – 2 blog mengenai romatisme, or yang berbau-bau valentine yah.. Tapi gua lagi gak ingin menulis itu. 😀 Gua mau menulis something yang agak mellow, agak mengganjal, agak aneh, atau bahkan yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya.

Yuppp.. My heart feeling so sad today. There’s something is spinning my head. Yupp.. gua ingin berbicara masalah “Farewell”. Rada spooky gak yeh gua ngomongin disini? Tapi rasanya enggak.. karena suatu saat toh Farewell ini menghampiri kita. 🙂

Beberapa minggu ini tepatnya beberapa hari ini.. so many “RIP” in my Status BB. Dari yang bapaknya, Om-nya, Tante-nya, Nenek-nya, sampai Suami-nya. 😦 Berita ini datang dari orang-orang terdekat yang gua kenal. Jujur.. banyak hal yang berkecamuk di pikiran gua jika Farewell ini datang. Kadang gua sedang berfikir, bagaimana kalau gua yang mengalami kejadian ini, ketika orang yang gua paling sayang harus “pergi” jauh. Sampai berfikir.. gimana kalau gua yang “dipanggil” sama Tuhan? Apakah gua bisa bertemu dengan orang-orang yang sudah ‘pergi” terlebih dahulu? apakah gua bisa berkumpul lagi sebagai satu keluarga?
Aaarrggghh.. banyak hal yang menjadi pemikiran ketika gua duduk santai sambil makan kacang di rumah duka. Kadang terlihat seperti bengong.. tapi pikiran gua dipenuhi oleh banyaknya pertanyaan yang gua gak tau gua harus cari jawabannya dimana. Malah terkadang, gua memerintahkan diri gua untuk gak berfikir dan bertanya-tanya pertanyaan itu.

Life is never predictable…
Kadang kita berfikir orang yang berpulang itu adalah orang yang sudah tua (nenek-nenek dan kakek-kakek yang umurnya sudah melebihi 70 – 80 tahun) yang entah karena penyakit seperti jantung, sakit tua, kanker, ginjal, kencing manis, dllllllllllll~~
Tapi hidup siapa yang pernah tau.. Kita gak pernah tau kapan kita akan dipanggil.. atau orang terdekat kita yang akan berpulang.. Salah satu pelajaran berharga yang gua dapat dalam hidup ini adalah.. semakin berserah sama Tuhan. menikmati setiap bagian hidup untuk dipakai lebih lagi. Karena gua gak pernah tau kapan gua bisa balik ke rumah Bapa di Surga. Kalau boleh memilih dan jika ada pilihan.. gua pengen selamanya Hidup. Tapi gimana.. gua bukan doraemon. Bahkan orang sakti-pun akhir hidupnya adalah tetap pulang ke rumah Bapa.
Selama kita hidup.. teruslah berbuat baik. I know.. I’m not good at all as a Evita. Gua masih berbuat dosa, gua masih suka kesel dan marah2 sama orang lain. Masih suka berantem. Hidup masih amuradul ibaratnya.. Tapi gua percaya Tuhan memampukan gua menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Ku hidup karena Anugrah-MU.. 
Tiada satupun dapat kubanggakan..
Semua karena Cinta-Mu, 
Ini Hidupku.. Pimpin Jalanku…

Kasih-Mu mengubah hidup-ku.. 
Kau memilih-ku, S’lamatkan Hidup-ku
Semua karena Anugrah-Mu, 
Ini Hidupku.. Pimpin Jalanku..

Yesus pegang erat tanganku.. Ku tak dapat hidup diluar kasih-Mu
Bapa jangan tinggalkan aku,, Engkau Alasan s’lama ku hidup”

*Song from LGLP

Biarkan lagu ini juga mengingatkan gua.. semuanya adalah anugrah dari Tuhan. Kita ga bisa banggain apa yang kita punya.. dan kita gak perlu malu dengan apa yang tidak kita punya.. Yang kita perlukan adalah terus berjalan dalam jalur iman, membiarkan Tuhan untuk terus memegang keadaan kita.. apapun.. walau kita dalam keadaan senang atau susah, bahkan sedih sekalipun… 🙂
This blog dedicated for my very best friends.. Ria.. God never ever leave you sis.. 🙂 Keep smile. God Bless~~
Advertisements

Thank you for your comments :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s