End of Rantauan, Malaysia – Day 4

Hoaaammm…

Rasanya gak pengen bangun dari ranjang untuk bersiap balik ke Jakarta. Masih menggeliat-geliat di kasur jam 7 pagi kaya ulet keket :D. Untungnya semalem udah beberes, tinggal masukin peralatan mandi dan baju kotor aja ke dalam tas. Akhirnya setelah memotivasi diri untuk bangun dan mandi, gua merencanakan untuk berjalan-jalan di hari terakhir di Mid Valley Mall dan berencana makan popiah di salah satu stand yang ada dibasement.

Jam 8.30, turun ke lantai basement Mid Valley. Yup. Lantai basement-nya ada beberapa super market, money changer, toko buku dan banyak tempat makan. Jangan heran kalo di Mid valley, walau banyak toko yang belum buka, Namun Mall ini sudah dibuka untuk umum. karena didalam mall ini terkoneksi dengan KTM-nya sehingga banyak orang lalu lalang menuju KTM ataupun Office tower yang nyambung dengan jembatan Mid Valley. 

Rasa kecewa harus gua terima, karena stand popiahnya belum buka 😦 
Eniwei popiah ini adalah Lumpia aka spring roll. 😀 Gua juga baru tau setelah search di Gu-gel. LOL. Pertama kali liat stand ini, karena ngeliat harganya murah cum 2 RM. Dan mikirnya ini mirip banget dengan risol. Ternyata eh ternyata pas dideketin di stand-nya yang belum dibuka ternyata harganya 5-6RM. 2 RM itu untuk additional seperti keju or onionnya. Yang udah, balik ke kamar hotel dengan ileran disekitar mulut *jorok* dan akhirnya memutuskan untuk breakfast aja di kamar hotel. 😀 

Finally, jam 10 tiba. bergegas untuk naik taksi ke KLIA. karena jarak yang cukup jauh, gua spare time lebih lama. Sesaat naik taksi, langsung tidur2 ayam (untung gak dibawa kabur), dan bangun2 udah sampai di pintu masuk KLIA. Segera mengagumi bandara KLIA lagi, karena waktu awal dateng, udah jam 12 malem. akhirnya poto2 sekilas sebelum masuk ke boarding gate. 

Lion Air

Inside the aeroplane

Eniwei, ini kali ke 2 gua naik Lion air. *ijinkan gua bercerita why I hate fly with Lion air*
Gua selalu berusaha menggunakan pesawat lain selain lion air setelah pengalaman pertama gua yang buruk. But now, karena satu dan lain hal, gua harus menggunakan lion air (selain harganya murah tentunya) 

Pengalaman pertama menggunakan lion waktu dari Sg ke Jkt Tahun 2010. The first time naik pesawat lion gak jauh beda dengan pesawat yang lain seperti air asia, tiger airways, dan jet star. Tapi karena kejadian landing pas pulang dari Sg ke Jkt, pesawat Lion-nya “membal” setelah Landing dan membuat semua orang di dalam kapal bertereak dan berdoa *termasuk gua*, membuat gua jadi agak parno naik Lion Air. Asli itu pengalaman pertama dan terakhir (tadinya) untuk gua naik Lion. Belum lagi berita bahwa pesawat lion “terbelah” di bali kemaren silam, dan beberapa mimpi-mimpi aneh gua tentang pesawat, membuat gua sebenernya maju-mundur untuk pergi ke KL. Namun, karena keharusan sudah booked hotel, akhirnya mau gak mau tetep pergi, dan penerbangan yang murah dan tersedia sesuai dengan waktu yg gua mau cuma pesawat LION AIR. *great*

As usual, di dalem pesawat gua berdoa. 😀 Malah duduknya pas banget di samping pintu EXIT bagian tengah. Dengan dipandu pramugara ganteng, gua dijelaskan untuk membuka bagian pintu jika sesuatu hal terjadi. Duh, dag-dig-dug banget deh. Perjalanan pun agak tegang (dari guanya sendiri) Karena gua berfikir takut kenapa2. Beberapa kali gua menyentil jidat gua sendiri, supaya gak berfikir macem2. LOL. Yup, akhirnya gua mendarat di KL dengan selamat. 

Now, another time to going back to Jakarta, dan masih menggunakan pesawat lion. Awalnya gua gak berfikir aneh dan macem2. Agak santai, karena mikir finally back home. 🙂 BUT, sesaat setelah take off, roda terlipat dan masuk ke dalam bagian bawah pesawat, dan suara-nya itu jelas banget,,, “kreeeeekkkkk, kreeekkkkkkk” *ADOH! *horror banget deh* seperti terdengar suara ringkih dan kayanya tua banget pesawatnya. Untungnya karena masih ngantuk, gua-pun tertidur sampe kurang lebih 15 menit lagi landing. Yup. kali ini yang lebih parah waktu landing. Terdengar lagi suara deru mesin yang kenceng dan bunyi “kreeeeeekkkkk, krekkkkkk” Seolah-olah seluruh penumpang harus tau kalau roda pesawat telah dikeluar. Duh, doa lagi semoga landingnya smooth.. *finger cross* 

Yup sesaat sebelum landing, kepala puyeng banget, dikarenakan badan pesawat kayanya gak bisa control ketinggian untuk turun. Gua hanya merasa si pilot maksain banget untuk turun. Jadi gua merasakan ada tekanan turun yang drastis sehingga sempat pesawat agak oleng ke kiri dan ke kanan untuk beberapa menit. Asli langsung mual, dan puyeng banget. dan lagi-lagi lion air mendarat dengan ‘agak keras’ di bandara Soeta. Puji Tuhan akhirnya selamat sampai di Bandara Soeta. Menghela napas. Semoga ini bener-bener terakhir kalinya naik lion. Semoga cerita diatas gak menambah daftar panjang ke-horror-an Lion yah.. 🙂 dan berharap lion bisa memperbaiki kinerja kerja dan terus meng’upgrade’ fasilitas pesawatnya. 

See yaaa.. 🙂
Advertisements

Thank you for your comments :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s